AdaPundi dalam ekosistem fintech Indonesia
AdaPundi adalah platform pinjam-meminjam uang berbasis teknologi (P2P lending/LPMUBTI) yang dioperasikan oleh PT Info Tekno Siaga. Itu diizinkan dan diawasi oleh OJK dengan nomor izin KEP-48/D.05/2021, dan tergabung dalam AFPI. Legalitas ini penting karena membedakan pinjaman online legal (berizin) dari ilegal, sehingga konsumen memiliki rujukan otoritas dan mekanisme pengaduan yang lebih jelas daripada layanan tanpa izin.
Dalam “Daftar LPBBTI (Fintech Lending)” OJK, PT Info Tekno Siaga (nama sistem elektronik: AdaPundi), bersama dengan nomor izin KEP-48/D.05/2021, tanggal izin 2 Juni 2021, dan situs web www.adapundi.com, adalah bukti status perizinan perusahaan. Untuk praktik due diligence dasar, informasi ini sangat penting. Pembaca harus memastikan bahwa nama perusahaan dan alamat webnya sesuai dengan daftar resmi OJK sebelum mengunduh aplikasi atau mengisi data pribadi.
Di situs web produk pinjaman AdaPundi, mereka menawarkan berbagai jenis nilai, termasuk “pinjaman tanpa jaminan”, yang membutuhkan cukup nomor HP dan KTP untuk mengajukan, batas jumlah pinjaman hingga Rp100 juta, pencairan cepat, dan bunga harian mulai 0,03% dengan tenor hingga 12 bulan (dengan catatan bahwa angka riil harus diperiksa saat mengajukan permohonan). Klaim pemasaran seperti ini harus selalu dikombinasikan dengan prinsip kehati-hatian untuk kebutuhan SEO dan edukasi: angka promosi hanyalah pembuka, sementara biaya efektif, jangka waktu, dan total kewajiban harus diperiksa dalam ringkasan atau kontrak sebelum disetujui.
Latar belakang pendirian dan profil PT Info Tekno Siaga
Pada halaman “tentang”, AdaPundi menyatakan bahwa Achmad Indrawan, Direktur Utama PT Info Tekno Siaga, didorong oleh ketertarikannya pada fintech, pengalaman lebih dari sepuluh tahun di bidang keuangan, dan gelar Magister Keuangan dan Perbankan dari Universitas Indonesia. Dari perspektif bisnis, pemahaman risiko kredit, kepatuhan, dan desain produk pinjaman adalah tiga faktor yang menentukan pertumbuhan sebuah platform keuangan: sehat atau agresif, tetapi rapuh.
Di sumber yang sama, AdaPundi menyebut Minerva Agustiani sebagai Direktur Operasional, yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa operasi sesuai dengan peraturan. Nova Novianti adalah Komisaris, yang memiliki pendidikan akuntansi dan memiliki sertifikasi Auditor ISO 9001:2008 (IRCA UK) sebagai bukti komitmen terhadap kualitas sistem manajemen. Walau informasi ini menunjukkan adanya struktur pengelolaan dan cerita tentang kepatuhan dan manajemen kualitas, namun tidak menggantikan kewajiban konsumen untuk membaca syarat ketentuan dan memahami kewajiban pembayaran.
Selain itu, AdaPundi menampilkan pihak investor dan pendukung seperti Digital Technologies HK Limited (Hong Kong) dan PT Info Tekno Selaras (Indonesia). Mereka bekerja dalam investasi, pengembangan aset, dan konsultasi dalam bidang keuangan dan manajemen. Jika dilihat dari perspektif prospek, dukungan investor dapat mempercepat pengembangan teknologi, seperti sistem penilaian kelayakan, dan perluasan jenis layanan yang tersedia. Namun, bagi pelanggan, yang paling penting bukan siapa investornya, tetapi transparansi biaya, batas bunga, dan tata cara penagihan yang beretika.
Produk pinjaman: manfaat dan nilai guna
Salah satu keuntungan utama pinjaman digital seperti AdaPundi adalah aksesibilitas yang lebih mudah dan kecepatan proses, terutama bagi komunitas yang membutuhkan dana taktis tanpa agunan. Menurut situs web AdaPundi, “pinjaman tanpa jaminan” memiliki batas hingga Rp100 juta dan dana cair dalam hitungan menit ke rekening pengguna. Namun, penilaian kelayakan perusahaan dan kebijakan aplikasi memengaruhi penggunaan dan batas tersebut.
Dari perspektif produktivitas ekonomi, tujuan AdaPundi adalah memberikan pengalaman yang menguntungkan bagi produktivitas konsumen melalui metode analisis kelayakan pinjaman yang menggunakan teknologi informasi terkini. Ini penting karena fintech lending yang sehat secara ideal menyalurkan pinjaman sesuai dengan profil risiko dan kemampuan bayar, menjadikannya “jembatan” arus kas bukan jebakan utang.
Pendidikan juga merupakan keuntungan yang sering dilupakan. AdaPundi secara teratur menyebut bahwa meningkatkan kecerdasan finansial melalui pengetahuan finansial yang diberikan melalui berbagai cara dan media. Pembaca harus memahami pesan edukasi ini secara praktis: gunakan pinjaman hanya jika ada tujuan jelas, perhitungkan semua biaya dan tanggal jatuh tempo, dan sisihkan uang untuk menunggak setiap bulan.
Risiko: biaya, gagal bayar, data pribadi, dan konsekuensi hukum
Dalam kebanyakan kasus, bukan “aplikasinya” yang menimbulkan risiko, tetapi perilaku finansial yang tidak disiplin, seperti meminjam untuk kebutuhan sehari-hari, menutup utang lain, atau meminjam berulang tanpa rencana. Jika jatuh tempo tidak dipenuhi, pengguna dapat dikenakan denda dan biaya tambahan sesuai perjanjian. Hal ini meningkatkan beban dan menyebabkan siklus gali lubang tutup lubang.
Menurut Syarat & Ketentuan AdaPundi, peran administratif AdaPundi adalah membantu dan berperan sebagai perantara antara pemberi pinjaman dan peminjam. Selain itu, kewajiban, risiko, dan konsekuensi hukum yang dihasilkan dari perjanjian pinjaman diserahkan kepada peminjam dan pemberi pinjaman. Ini berarti bahwa persetujuan elektronik untuk perjanjian pinjaman merupakan janji hukum yang mengikat bagi konsumen. Dokumen tersebut bahkan mengaitkan persetujuan elektronik dengan kesepakatan perdata (mengutip Pasal 1320 KUHPerdata) dan sebagai alat bukti yang sah (mengutip UU ITE).
S&K memuat ketentuan yang harus dipahami pembaca tentang biaya dan denda. Misalnya, disebutkan bahwa batas bunga per hari tidak boleh melebihi 1%, dan ada ketentuan denda keterlambatan yang ditulis di dokumen tersebut—termasuk angka persentase yang disebutkan di S&K. Pembaca tidak boleh bergantung pada promosi karena jumlah biaya efektif tagihan dan rincian biaya di akun atau aplikasi dapat berubah karena produk, diskon, profil risiko, dan perubahan kebijakan.
Cara memperoleh pinjaman: langkah detail dan checklist aman
Proses pengajuan pinjaman AdaPundi biasanya dimulai dengan pendaftaran, pengisian formulir, verifikasi identitas, dan pengajuan pinjaman hingga pencairan di rekening. Sementara S&K menyatakan bahwa pengguna harus memiliki akta hukum (sekurang-kurangnya 18 tahun) dan WNI untuk menggunakan layanan, situs web produk menyatakan bahwa pengajuan “hanya butuh nomor HP dan KTP.”
Untuk membuat proses lebih aman dan menghindari masalah verifikasi, ikuti checklist berikut: nama yang sesuai dengan KTP dan rekening, nomor HP aktif, email yang dapat diakses, dan data gaji dan pekerjaan yang lengkap agar cicilan tidak melebihi kemampuan bayar. Selain itu, perhatikan bahwa AdaPundi memiliki hak untuk melakukan penilaian kelayakan kredit—juga dikenal sebagai creditworthiness—dan pengajuan dapat ditolak. Selain itu, pengguna tidak memiliki hak untuk meminta penjelasan tentang indikator penolakan yang tercantum dalam S&K.
Sebelum persetujuan perjanjian, hal terpenting adalah memeriksa ringkasan pinjaman, yang mencakup tenor, tanggal jatuh tempo, bunga atau biaya, serta konsekuensi keterlambatan yang disebutkan dalam S&K dan/atau perjanjian pinjaman saat mengajukan permohonan. Jika tujuan pinjaman adalah produktif, seperti modal stok barang, hitung apakah margin keuntungan realistis cukup untuk membayar cicilan tepat waktu. Namun, jika tujuan pinjaman adalah konsumtif, batasi jumlah cicilan sekecil mungkin dan pastikan ada sumber pelunasan yang jelas.
Keunggulan dibanding kompetitor (secara objektif)
Keunggulan paling objektif dan mudah diverifikasi dari AdaPundi dibandingkan dengan banyak “pinjol palsu” lainnya adalah bahwa itu diizinkan oleh OJK (KEP-48/D.05/2021) dan tercantum dalam daftar resmi penyelenggara OJK, memberikan konsumen pijakan legal untuk memastikan identitas perusahaan dan kanal resminya. Meskipun ini tidak menimbulkan risiko sama sekali, itu meminimalkannya. Ini karena ekosistem legal biasanya lebih mudah ditelusuri, memiliki kewajiban kepatuhan tertentu, dan selalu diawasi.
Laman web produk AdaPundi menawarkan pinjaman tanpa jaminan dengan batas hingga Rp100 juta, pencairan cepat, bunga harian mulai 0,03%, dan tenor hingga 12 bulan (dengan nilai sebenarnya ditunjukkan dalam permohonan). Dalam kompetisi fintech, kombinasi limit, tenor, dan bunga adalah “tiga tuas” utama. Pengguna harus mempertimbangkan biaya tambahan, denda, fleksibilitas pembayaran, dan layanan pelanggan, karena angka promosi seringkali tidak cukup untuk menggambarkan biaya total.
Adanya pernyataan internal tentang tujuan edukasi finansial rutin dan komitmen untuk mematuhi hukum dan peraturan OJK adalah keuntungan lain yang relevan untuk trust. Pendekatan edukatif dapat membantu menekan moral hazard peminjam, seperti kebiasaan meminjam impulsif, dan pada akhirnya membuat portofolio pinjaman lebih sehat, yang menguntungkan kedua belah pihak: peminjam tidak terjerat dan pemberi dana tidak dirugikan.
Prospek dukung ekonomi rakyat Indonesia (dengan studi kasus)
Dengan izin, fintech lending dapat membantu ekonomi nasional dengan menyediakan pendanaan cepat bagi kelompok yang belum dapat dibankkan, terutama untuk kebutuhan produktif mikro yang memiliki perputaran kas cepat. Sejalan dengan gagasan memperluas akses kredit secara lebih presisi berbasis data, tujuan AdaPundi adalah meningkatkan ekonomi konsumen dan menggunakan teknologi untuk menganalisis kelayakan pinjaman.
Studi kasus realistis menunjukkan bahwa pedagang sayur di pasar tradisional membutuhkan modal tambahan antara 1 juta dan 2 juta rupiah untuk menyimpan stok menjelang hari besar. Dengan pinjaman jangka pendek, jualan dapat meningkat jika ada margin harian yang cukup dan jadwal jatuh tempo yang sesuai dengan siklus perputaran kas. Namun, jika pinjaman digunakan untuk konsumsi rumah tangga tanpa pencatatan arus kas, studi kasus yang sama bisa berakhir buruk karena keterlambatan memicu
“Kecocokan produk” adalah kunci untuk memaksimalkan manfaat bagi ekonomi rakyat. Ini berarti tenor harus sesuai dengan siklus usaha, cicilan tidak boleh mengganggu modal kerja, dan pinjaman tidak boleh menutup kebutuhan struktural, seperti defisit bulanan. Akibatnya, untuk memastikan bahwa kredit digital tidak hanya mempercepat konsumsi, tetapi juga benar-benar meningkatkan produktivitas dan ketahanan keuangan rumah tangga dan UMKM, komitmen berkala untuk literasi finansial yang dikenal sebagai AdaPundi sangat penting.
Daftar referensi situs resmi:
Profil & legalitas PT Info Tekno Siaga (AdaPundi):
Halaman produk pinjaman AdaPundi:
Syarat & Ketentuan produk dan layanan (T&C) AdaPundi:
RIPLAY (Ringkasan Informasi Produk dan Layanan) – PDF resmi:
Halaman RIPLAY versi web (jika ingin internal link non-PDF):
FAQ resmi AdaPundi (untuk schema FAQ):
Halaman Anti-Fraud/edukasi keamanan AdaPundi:
Direktori OJK (Penyelenggara Fintech Lending berizin): https://www.ojk.go.id/id/kanal/iknb/data-dan-statistik/direktori/fintech/Pages/Penyelenggara-Fintech-Lending-Berizin-di-OJK-per-31-Januari-2025.aspx
PDF Daftar LPBBTI OJK (Januari 2025): https://www.ojk.go.id/id/kanal/iknb/data-dan-statistik/direktori/fintech/Documents/5.%20Daftar%20LPBBTI%20(Fintech%20Lending)%20Januari%202025.pdf
Profil member AdaPundi di AFPI:
Disclaimer:
Informasi pada artikel ini disajikan hanya untuk tujuan edukasi dan referensi umum. Penulis tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi, kerugian, atau tindakan yang diambil berdasarkan informasi ini. Pastikan Anda melakukan verifikasi dan konsultasi profesional sebelum membuat keputusan keuangan atau bisnis.
